Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat

Kekaisaran Romawi Barat. Foto: Istimewa


Pada artikel kali ini Sejarah Kita akan mengulas tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dan keruntuhan kekaisaran Romawi Barat.

Ada dua faktor yang menyebabkan mundurnya kekaisaran Romawi Barat, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Adapun untuk penjelasannya sebagai berikut.

Faktor Eksternal

Penyebab utama keruntuhan Romawi Barat adalah kejatuhan pada serangkaian kerugian militer yang berkelanjutan terhadap pasukan luar. 

Kekaisaran Romawi telah berperang dengan suku-suku Jerman selama berabad-abad lamanya, namun, ada serangan lain dari 300-an kelompok barbarian di luar perbatasan.

Bangsa Romawi berhasil melewati pemberontakan Jerman pada akhir abad ke-4, akan tetapi pada tahun 415 Raja Visigoth Alaric berhasil menduduki kota Roma.

Selanjutnya kekaisaran Romawi selanjutnya berada dalam ancaman sebelum kota Roma diserang lagi pada tahun 455, oleh Vandal Genseric.

Akhirnya tepatnya pada tahun 476, pemimpin Jerman Odoacer melakukan pemberontakan dan menggulingkan Kaisar Romulus Augustulus.

Sejak saat itulah, kaisar Romawi tidak pernah lagi memerintah jabatan di Italia, yang membuat para sarjana menyatakan Kekaisaran Romawi Barat mengalami kemunduran.

Adapun serangan Barbarian terhadap Roma sebagian berasal dari migrasi massal yang disebabkan oleh invasi Hun ke Eropa pada akhir abad ke-4.

Ketika pada pejuang dari Eurasia mengamuk melewati Eropa Utara, mereka mendorong banyak suku Jerman ke perbatasan Kekaisaran Romawi.

Orang-orang Romawi tidak mau mengizinkan bangsa Visigoth untuk menyebrang ke selatan dan masuk ke dalam wilayah keamanan mereka, tetapi mereka justru memperlakukan dengan cara yang kejam.

Menurut beberapa sejarawan menyebutkan bahwa Ammianus Marcellinus, seorang pejabat Romawi, bahkan memaksa orang-orang Goth yang kelaparan untuk menukar anak-anak mereka menjadi budak dengan ganti sepotong daging.

Ketika penindasan semakin kejam, akhirnya orang-orang Goth bangkit dan memberontak balik dan akhirnya mengalahkan tentara Roma dan membunuh Kaisar Valens Timur pada pertempuran Adrianole pada 378 M.

Kemunduran Romawi Barat yang lainnya juga dipengaruhi dari berkembangnya Kekaisaran Romawi Timur pada abad ke-3.

Kaisar Diokletianus membagi Kekaisaran menjadi dua bagian, yaitu Kekaisaran Barat dengan pusat kota Milan, dan Kekaisaran Timur di Byzantium, yang kemudian dikenal sebagai Konstantinopel.

Pembagian ini membuat kekaisaran lebih mudah diatur dalam jangka pendek.

Namun, seiring waktu, kedua kedua belahan itu terpisah, Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur gagal bersama-sama memerangi ancaman dari luar, dan keduanya sering berselisih mengenai sumber daya dan bantuan militer.

Kekaisaran Romawi Timur yang sebagian besar berbahasa Yunani tumbuh dalam kekayaan, sementara Romawi Barat yang sebagian berbahasa Latin mengalami krisis ekonomi.

Yang paling penting adalah, kekuatan Kekaisaran Timur yang berfungsi untuk mengalihkan invasi suku Barbar ke Barat.

Kaisar seperti Konstantinus memastikan bahwa kota Konstantinopel dibentengi dan dijaga dengan baik, tetapi Italia dan kota Roma yang hanya memiliki nilai simbolis bagi banyak orang di Timur dibiarkan rentan.

Struktur politik Barat akhirnya mengalami kehancuran pada abad ke-5, akan tetapi, Kekaisaran Timur bertahan selama beberapa tahun sebelum dikuasai oleh Kekaisaran Ottoman pada tahun 1400-an.

Faktor Internal

Selain faktor eksternal, kemunduran kekaisaran Romawi Barat juga disebabkan oleh faktor internal, adapun pembahasannya senagai berikut.

1. Masalah Ekonomi

Ketika Roma sedang diserang pasukan dari luar, keruntuhan juga berasal dari dalam, yakni karena krisis keuangan yang parah.

Perang dan pengeluaran yang berlebuh terus menerus secara signifikan mengurangi pundi-pundi kekaisaran, perpajakan dan inflasi telah memperlebar kesenjangan antara kaya dan miskin.

Ekonomi Romawi pada saat itu bergantung pada budak untuk menggarap ladang dan bekerja sebagai pengrajin, dan militernya memberikan gelombang baru orang-orang yang ditaklukkan untuk bekerja.

Tetapi, ketika ekspansi terhenti di abad kedua, persediaan budak dan harta perang Romawi menipis.

Dengan ekonomi yang goyah dan prduksi pertanian yang menurun akhirnya Kekaisaran Romawi Barat mulai mengalami kemunduran.

2. Ekspansi dan Pengeluaran Dana yang Berlebihan

Pada puncaknya, Kekaisaran Romawi yang membentang dari Samudra Atlantik sampai ke Sungai Efrat di Timur Tengah.

Dengan wilayah yang begitu luas untuk memerintah, kekaisaran menghadapi kendala administratif dan logistik.

Orang-orang Romawi tidak dapat berkomunikasi dengan cepat atau cukup efektif untuk mengelola kepemilikan mereka.

Roma berjuang untuk mengerahkan pasukan dan sumber daya yang cukup untuk mempertahankan perbatasannya dari pemberontakan lokal dan serangan dari luar. 

Akibat semakin banyaknya dana yang disalurkan ke pemeliharaan militer kekaisaran, kemajuan teknologi melambat dan infrastuktur sipil Roma menjadi rusak.

3. Melemahnya Militer Romawi

Kekuatan militer Romawi Barat mulai menurun, susunan pasukan yang dulunya kuat mulai berubah.

Karena tidak mampu merekrut tentara yang cukup dari warga negara Romawi, para kaisar seperti Diokletianus dan Konstantinus mulai merekrut tentara bayaran asing untuk membantu pasukan.

Barisan pasukan akhirnya membengkak dengan Goth Jerman dan orang-orang barbar lainnya. 

Sementara tentara Jerman yang kaya terbukti sebagai pejuang yang ganas, mereka juga memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki kesetiaan pada kekaisaran, dan para perwira yang haus kekuasaan sering berbalik melawan Romawi.

Dan bahkan, banyak orang Barbar yang merampok kota Roma dan meruntuhkan Kekaisaran Romawi Barat telah mendapatkan garis militer mereka saat menjadi tentara Romawi.

4. Pemerintahan Korup dan Ketidakstabilan Ekonomi

Perang saudara mendorong kekaisaran ke dalam kekacauan, dan lebih dari 20 orang naik takhta hanya dalam rentang waktu 75 tahun, biasanya setelah pembunuhan pendahulu mereka.

Pengawal Praetorian (pengawal pribadi kaisar) membunuh dan memasang penguasa baru sesuka hati, dan bahkan sesekali melelang tempat itu kepada penawar tertinggi.

Ketika situasi semakin memburuk, banyak warga negara Romawi kehilangan kepercayaan kepada kepemimpinan mereka.

5. Kekristenan dan Hilangnya Nilai-nilai Tradisional Romawi

Kemunduran Romawi Barat bertepatan dengan penyebaran agama Kristen, beberapa sejarawan berpendapat bahwa kebangkitan agama baru membantu berkontribusi pada kemunduran kekaisaran Romawi Barat.

Masuknya agama Kristen mengakhiri penganiayaan selama berabad-abad, tetapi mereka mungkin juga telah mengikis sistem nilai-nilai tradisional Romawi.

Sementara itu, paus dan para pemimpin gereja lainnya mengambil peran yang semakin besar dalam urusan politik, yang semakin memperumit tata pemerintahan.

Sementara penyebaran agama Kristen mungkin telah memainkan peran kecil dalam pemerintahan Romawi, tetapi pengaruhnya sedikit dibandingkan faktor militer, ekonomi, dan adminstrasi.










Posting Komentar untuk "Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat"